Bagaimana Cara Membayar pajak?

Bookmark and Share


Annauncement!







Mau bayar pajak, tapi bingung bagaimana caranya?

Jangan salah, Pajak tidak dibayar di kantor pajak, apalagi membayar ke orang pajak.

Pembayaran pajak hanya dapat dilakukan di bank persepsi dan kantor pos.

Untuk membayar pajak, pertama-tama anda harus mengisi SSP terlebih dahulu. berikut adalah cara mengisi SSP.


Di bawah ini adalah bentuk umum dari Surat Setoran Pajak (SSP).  SSP terdiri dari 4 lembar, lembar 1 untuk anda sebagai Wajib pajak, lembar 2 untuk KPPN , lembar 3 untuk kantor pajak, lembar 4 untuk bank/kantor pos.

Secara umum formulir ini karbonised sehingga anda harus merapikannya dulu sebelum mengisi.  Anda dapat mendapatkannya secara gratis di kantor pajak terdekat atau mengunduhnya lewat internet.
Setelah membayar pajak, Bank/Kantor pos akan mengembalikan 2 lembar kepada anda, yakni lembar 1 dan lembar 3.  lembar 1 sebagai arsip anda, sedangkan lembar 3 untuk dilaporkan ke kantor pajak.


Saya membagi formulir SSP ke dalam 7 bagian (Lihat angka disebelah kanan formulir di atas)
  1. Ini Adalah bagian identitas.  jangan sampai salah terutama untuk isian nomor NPWP anda.  Check kembali dengan kartu NPWP anda untuk menguji kebenaran isian anda.
  2. Bagian ini diisi hanya jika pembayaran pajak anda berhubungan dengan transaksi atas tanah dan atau bangunan, misal pembayaran pajak atas penjualan, hibah atau waris tanah dan atau bangunan.  isi kolom NOP dengan nomor Objek pajak PBB anda.  Anda dapat menemukan nomor NOP pada Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB tanah anda.
  3. Untuk Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran menyesuaikan dengan pajak apa yang akan anda bayar.  Untuk rinciannnya silakan Lihat Disini atau disini.  Sedangkan uraian pembayaran silakan diisi dengan penjelasan ringkas tentang apa yang anda bayar misal, PPh Final jual beli tanah Jl Batu no 5 malang, dll
  4. Untuk Masa Pajak, beri tanda silang  di bawah bulan pajak terhutang.  Tahun Pajak diisi dengan tahun pajak tersebut terhutang.
  5. Untuk bagian 5, hanya diisi jika anda akan membayar tagihan pajak yang diterbitkan oleh Kantor Pajak, bisa berupa Surat Tagihan pajak (STP), SKBKB dll.  intinya, hanya diisi jika anda mendapat surat tagihan dari kantor pajak.
  6. Jumlah pembayaran diisi dengan angka.  sedangkan terbilang disi dengan huruf.  Misal : Jumlah Pembayaran : 500.000,- terbilang : lima ratus ribu rupiah
  7. kolom Diterima Oleh kantor Pembayaran akan diisi oleh bank atau kantor pos tempat anda membayar pajak.  Sedangkan kolom disebelahnya adalah untuk anda sebagai pembayar pajak. isi dengan nama terang dan tanda tangan.
Setiap pembayaran ke Bank/kantor pos yang sah selalu mendapatkan NTPN, yakni kode pengesahan elektronik atas transsaksi anda yang akan di tera langsung ke SSP anda oleh petugas penerima pembayaran pajak.

Untuk mendownload SSP silakan ikuti link ini.
Untuk cara perhitungan pajak Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), klik disini.

{ 21 comments... Views All / Send Comment! }

Anonim mengatakan...

Apakah ada link dimana bisa donlod ssp tsb?

Konsultan pajak mengatakan...

Terima kasih mas, langsung ke tkp nih, sukses terus ya :)

Dewi lestari mengatakan...

terima kasih, ini bermanfaat bagi saya sbagai pemula....

khairul rahman mengatakan...

kalo nilai pajaknya 517.830 nulis di jumlah pembayarannya sesuai angka itu atau 517.800 mas?

Irmonz Israyfa mengatakan...

tulis apa adanya mas, jadi tetap 517.830,-
bayar pajak adalah di bank, jadi meskipun nilainya sampai sen pun tetep diterima

Surya mengatakan...

Terus ngelapornya gimana ya? Kalau frelance kena pph berapa ya?

Irmonz Israyfa mengatakan...

dilaporkan ke KPP terdaftar pak..
silakan hubungi Account Representative di KPP untuk penjelasan lebih detail

San Ubit mengatakan...

saya biasa bayar pajak lewat mandiri disana jadwalnya harus dibawah jam 11, klo di bank lain gimana ya, dan apa semua bank bisa nenerima pembayaran pajak? Khususnya pph

Anonim mengatakan...

Kalo pedagang biasa, jual makanan dari rumah, apa ada ketentuan berapa penghasilan minimal kena pajak?

Irmonz Israyfa mengatakan...

untuk pak San Ubit
Pos Indonesia bisa menerima pembayaran di atas jam 11 pak.
atau kalau bapak mau cepat bisa bayar lewat atm dengan membuat taguhan SSP melalui internet terlebih dahulu

untuk penghasilan minimal, melalui PP 46, sudah tidak ada lagi batasan omzet minimal untuk Pajak Penghasilan, semua perhitungan pajak disederhanakan menjadi 1 % dari omzet

anita supardi mengatakan...

Pak irmonz.bntu saya pak .sya sedng mengurus tanah .tp yg punya tnh lansia.kendala ny sy mau byr ssp pakk bumi dan tanah kenfala penjual sdh lansia.ada saran pak unutuk mengurusnya

Irmonz Israyfa mengatakan...

mb anita supardi, berdasarkan Ketentuan PPh, sebenarnya tidak ada kendala untuk membayar pajak meskipun pemilik tanah sdh lansia.

dalam hal penjual tidak ber NPWP, biasanya untuk kolom NPWP di kosongkan dan hanya diberi kode kantor pajak tempat tanah berada.

Kapal otok otok mengatakan...

Pak... Kalo pajak penjual online ada ketentuanya belum? Trima kasih

Irmonz Israyfa mengatakan...

sampai saat ini blm ada aturan khsus ttg transaksi online.
hanya aturan yang ada membedakan berdasarkan omzet usaha. jadi jika usaha anda masih di bawah 4,8 milyar setahun, maka anda termasuk ke dalam Wp yang terkena ayuran PP 46, dimana PPh terutanga adalah sebesar 1% dari omzet

Creative World mengatakan...

Mas saya punya toko dan ingin membayar pajak. omset masih berada di bawah 4,8 M. dan menurut saya perhitungan pph sebesar 1% dari omzet cukup memberatkan. pertanyaan saya apakah masih bisa menggunakan metode pembukuan atau pencatatan ?

Irmonz Israyfa mengatakan...

ketentuan pp 46 ttg PPh sebesar 1% memang dirasa cukup memberatkan bagi sebagian Wajib pajak. saat ini, revisi peraturan tersebut masih di bahas, dimana ke depannya besaran PPh nya diperhitungkan sebesar 0,3 -0.7 % dari omzet jika dibawah 4,8M.

Untuk saat ini, untuk usaha anda, msh diperlakukan PPh sebesar 1% tsb.

bagus angga mengatakan...

mau tanya kalau mau cek biaya pajak dengn Nomor objek pajak tp hanya tau npwp bisa tidak

Irmonz Israyfa mengatakan...

mohon maaf, pertanyaan anda kurang spesifik.
dalam hal anda akan membayar PPh Final atas pemindahan hak, maka Dsar Pengenaan pajaknya adalah Nilai perolehan Objek pajak yang bisa berupa harga jual beli, NJOP, nilai tukar, nilai lelang dll.
PPh final pengalihan hak adalah 5% dari NPOP

wawancorn mengatakan...

Mau tanya pak,kalau usaha di bidang hasil bumi pak,illustrasi hrg beli 3400×35.000kg=119.000.000 byr tunai.susut perjalanan dan perbedaan timbangan 150kg
Jual hrg 3550×34.850kg=123.717.500
Oks muat rp.10×35.000=350.000
Oks bngkar rp.12×34.850kg=418.200
Sewa tronton rp.80×35.000kg=2.800.000
Sisa dari perdagangan sy adalah 1.149.300 ini dgn catatan barang yg di teima tdk kwna refaksi/kekeringan biji standart & lgs di byr ktika slesai timbang.. kenyataannya pmbyran bs sampai 4-5 hari.. tentu ada bunga bank di situ,yg mau sy tanyakan pak,dgn kondisi sy ini bagaimana cara sy byr pajaknya?kalau di hitung 1%dari omzet pak,brp sisa dari jerih payah sy tsb yg bs sy gunakan bersama keluarga?mohon pencerahan.. byk skali kasus spt ini pak..

wawancorn mengatakan...

Hshs

Irmonz Israyfa mengatakan...

terimakasih pak, seperti saya singgung di atas, ketentuan PPh final 1% memang blm mencerminkan keadilan bagi beberapa pelaku pasar.
perlu diingat bahwa PP 46 merupakan penyempurnaan dari ketentuan sebelumnya. ke depannya ketentuan ini akan trs dikaji dan diperbaiki sehingga bisa mencerminakn pajak yang berkeadilan bagi semua pihak.