KENA STP ATAU SKPKB? WHAT NEXT?

Sebagai Wajib Pajak, tidak menutup kemungkinan, suatu saat anda dikenakan Surat Tagihan Pajak (STP) atau Surat Ketetapan Pajak Kurang bayar (SKPKB).

Mengikuti keluarnya STP dan SKPKB tersebut, Kantor Pajak (KPP)  akan menindaklanjutinya dengan tindakan penagihan aktif yang bisa berujung pada penyitaan dan penahanan jika STP atau SKPKB tersebut belum anda bayar.

Bagaimana jika anda tidak merasa bersalah atas "tuduhan" yang diberikan KPP tersebut?

Ada 2 jalan yang bisa anda tempuh, yakni proses Keberatan dan Pengurangan/pembatalan.
mana yang akan anda pilih sangat bergantung pada kasus yang dituduhkan kepada anda.

Secara umum, anda mengajukan Keberatan, jika anda tidak setuju pada sebagian atau seluruh tuduhan KPP, seringkali berkaitan dengan hasil pemeriksaan, atas pokok pajak.  Ini biasanya berkaitan dengan perbedaan pendapat atas nilai omzet, nilai biaya, atau hal-hal lainnya.

Pengurangan/pembatalan, lebih kepada sanksi administrasi perpajakan. bisa berupa denda ataupun bunga.
Seringkali terjadi, WP kurang begitu memahami aturan perpajakan, dan dikenakan denda karena melanggar aturan pajak, misal tidak lapor SPT, Lapor tapi terlambat dan sebagainya.  Untuk kasus ini, anda bisa mengajukan permohonan pengurangan/penghapusan sanksi atau pengurangan/pembatalan SKP atau STP.

Ada beberapa kategori dimana anda anda bisa mengajukan pengurangan/penghapusan yakni :

  1.  Khilaf.  Yang termasuk alasan  khilaf adalah anda yang belum mengetahui aturan perpajakan, anda masih baru terdaftar, anda didaftarkan sebagai WP secara jabatan oleh KPP tanpa anda mengetahuinya.
  2. Kesulitan likuiditas.  alasan ini bisa dipertimbangkan jika anda bisa membuktikan bahwa anda sedang mengalami kesulitan likuiditas yang mengancam usaha anda.  Hal ini bisa dilihat pada posisi laporan keuangan (rugi) dan nilai current ratio yang dibawah 1.
  3. ketidak telitian petugas pajak.  Bisa juga akibat ketidak telitian KPP sehingga anda diharuskan menanggung denda yang tidak seharusnya.  misal, anda sudah lapor dan emmeiliki bukti lapor, namun KPP menganggap anda belum lapor, dan sebagainya.
  4. Ketetapan yang tidak didahului dengan SPHP dalam pemeriksaan.  Jika anda diperiksa KPP, adalah suatu kewajiban bagi KPP, sebelum menerbitkan surat ketetapan untuk memanggil WP yang diperiksa untuk melakukan pembahasan akhir atas hasil temuan pemeriksa.  Jika anda merasa tidak pernah dipanggil oleh KPP bail melalui surat atau telepon untuk hadir dalam pembahasan akhir pemeriksaan, anda bisa memnita pembatalan atas SKP anda.

ReadmoreKENA STP ATAU SKPKB? WHAT NEXT?

E Filling; cara mudah lapor pajak tanpa ke kantor pajak

Mungkin anda pernah mengalami susahnya hanya buat laporan pajak anda (melaporkan SPT).

Banyak orang yang menjadi trauma dengan panjang dan lamanya proses untuk melaporkan ke kantor pajak, mulai dari transport ke sananya, antrian yang super panjang dan kadang, pelayanan yang kurang memuaskan...

Namun kini, anda bisa melupakan semua itu.  Anda bisa mengirimkan laporan pajak anda dari rumah, ya dari rumah, ini sudah jamannya modern bung, kantor pajak juga sudah menyesuaikan diri dengan menyediakan layanan penerimaan pajak melalui internet.

Meskipun mudah, tapi anda harus mempertimbangkan point penting ini : Anda harus menyimpan E-Fin anda.
Apa itu e-fin, E-fin adalah semacam kunci yg dinerikan oleh Kantor Pajak untuk mengakses data pribadi anda.  E-Fin berbeda dengan password.  Jadi jika suatu saat anda kesulitan untuk mengakses akun NPWP anda karena sesuatu dan lain hal, anda masih bisa meretrieve nya dengan E-finn anda.




ReadmoreE Filling; cara mudah lapor pajak tanpa ke kantor pajak

Pajak Untuk UMKM

Bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM ), dengan diterbitkannya PP 46 tahun 2012, perhitungan pajak tidak lagi menjadi sesuatu yang susah untuk dikerjakan.

Ya, PP 46 telah menyederhanakan cara perhitungan pajak yang super njlimet menjadi perhitungan super sederhana.

Rumusnya

                    PAJAK =  1 % X OMZET

nilai pajak dihitung per bulan, dan dibayar per bulan juga maksimal tanggal 15 bulan berikutnya.

cara membayar pajaknya adalah :
1.   anda buat catatan omzet per bulan
2.  Hitung pajaknya dengan mengalikan omzet X 1 % (satu persen)
3.  Isi SSP dengan mengisi kode setoran adalah 41128-420
Add caption

4.  bayar ke Bank atau kantor Pos dengan membawa SSP tersebut

pada akhir tahun, anda buat resume omzet selama setahun dan memasukkannya ke dalam SPT pada kolom penghasilan final dan bersifat final



ReadmorePajak Untuk UMKM